Pada tahun 2011, pertumbuhan yang pesat dapat dilihat melalui pencapaian nilai sales yang mencapai dua kali dari jumlah sales tahun sebelumnya, peningkatan kerjasama dengan klien global bertaraf internasional, peningkatan kompetensi baru dalam bidang offshore serta secara konsisten menerapkan sistem kualitas manajemen yang bertaraf internasional.

Indikator-indikator inilah mampu menempatkan Rekind memiliki diferensiasi yang kuat dan positif dalam peta persaingan. Dimasa mendatang, dengan fokus meningkatkan competitive advantage bidang Engineering, Procurement, Construction, dan Commissioning (EPCC) serta penajaman usaha dalam investasi serta tetap mengutamakan peningkatan kualitas sumber daya manusia, Rekind senantiasa berjuang menjadi bagian terbaik pengembangan kualitas hidup bangsa.

PENGEMBANGAN MASYARAKAT & CSR

” Rekind senantiasa menjaga nilai-nilai penting perusahaan disetiap aktifitas operasional sebagai bentukĀ tanggung jawab dan kepedulian perusahaan terhadap seluruh stakeholders dan individu yang bersangkutan “

Reputasi merupakan aset tak berwujud yang menggambarkan citra dan kredibilitas organisasi di mata stakeholder. Kualitas reputasi organisasi akan menentukan perilaku stakeholders terhadap organisasi tersebut, yang nantinya akan mempengaruhi pencapaian sasaran organisasi. Karena itu, tidak dapat dipungkiri bahwa reputasi menjadi salah satu faktor penentu utama bagi kesuksesan ataupun kegagalan organisasi dalam pencapaian tujuannya.Salah satu upaya Rekind dalam rangka membangun reputasi adalah dengan mengedepankan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) dan Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL), baik di lingkungan proyek yang tengah dikerjakan Rekind maupun di lingkungan Kantor Pusat Rekind di Jakarta.

KESEHATAN, KESELAMATAN, DAN LINGKUNGAN

Sebagai salah satu wujud konsistensi implementasi sistem manajemen HSE (Healthy, Safety and Environment), Rekind telah mendapatkan sertifikasi ISO 14001:2015 dan OHSAS 18001:2007 dari DNV (Det Norske Veritas) Indonesia. Saat ini, Rekind sedang dalam proses migrasi sertifikasi OHSAS 18001:2007 menjadi ISO 45001:2018.

Rekind juga telah mendapatkan sertifikasi SMK3 sejak tahun 2010. Hal ini membuktikan bahwa PT Rekayasa Industri telah menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) seperti yang diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2012.

Dalam penerapan Sistem Manajemen HSE, Rekind senantiasa mematuhi setiap peraturan perundangan HSE dan standar teknis yang dikeluarkan Pemerintah. Kepatuhan terhadap perundangan HSE ini merupakan wujud tanggung jawab secara nyata terhadap persyaratan dan ketentuan baik yang diwajibkan pemerintah maupun pemilik proyek.

Sampai dengan Desember 2018, Kami, Rekind membukukan catatan jumlah jam kerja tanpa kecelakaan (safe man hours) sebanyak 111,400,804 jam.

Selain itu, seluruh subkontraktor harus melalui Contractor Safety Management System (CSMS) untuk memastikan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk memenuhi standar keselamatan yang ditetapkan oleh Rekind. Hal ini untuk menjaga agar seluruh subkontraktor tetap bisa menjalankan sistem manajemen HSE yang sejalan dengan Rekind.

Sebagai bentuk pemberdayaan eksternal dengan memberikan pelatihan terkait aspek HSE, Rekind juga bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan RI, mendirikan program Health, Safety, Environment (HSE) Training School.