PT Rekayasa Industri (Rekind) terus mengedepankan penerapan budaya kerja yang aman dan sehat di seluruh lini operasional kerjanya, sebagai bagian dari standar perusahaan. Upaya tersebut sekaligus menegaskan dedikasi Rekind dalam mendukung Program K3 Nasional yang menjadi prioritas pemerintah, guna memastikan setiap aktivitas berjalan selamat, produktif, dan berkelanjutan. Salah satu upaya untuk mewujudkan itu, dengan menggelar edukasi tentang pentingnya posisi ergonomis saat bekerja. Program ini dirancang untuk membekali Rekindist lewat pemahaman praktis tentang cara menempatkan tubuh sesuai bentuk dan kemampuan alaminya saat bekerja. Tujuannya, menciptakan kenyamanan, mengurangi kelelahan, dan mencegah risiko cedera.

 

Dalam rutinitas harian, mulai dari duduk di depan komputer, berdiri lama, hingga menggangkat barang, tubuh kerap ‘dipaksa’ berada pada posisi yang tidak ideal. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat memicu nyeri panggung, sakit leher, pegal pada bahu, hingga gangguan pergelangan tangan. Karena itu, penerapan prinsip ergonomic menjadi kunci untuk menjaga kesehatan sekaligus meningkatkan produktivitas kerja secara berkelanjutan.

 

 

Kegiatan yang berlangsung di Kompleks Kantor Pusat Rekind, Kalibata Timur, Jakarta Selatan, Selasa (10/2), menghadirkan dr. Beno Putra, Sp.KFR, spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi dari RS Restu Kasih Jakarta. Dia memaparkan praktik sederhana namun efektif, seperti menjaga punggung tetap tegak dan bersandar, kaki menapak rata di lantai, serta lutut sejajar dengan pinggul. Layar komputer disarankan sejajar tinggi mata, siku membentuk sudut 90 derajat saat mengetik, dan pergelangan tangan tetap lurus.

 

 

Tak kalah penting, karyawan juga diingatkan untuk rutin beristirahat dan melakukan peregangan ringan setiap 30-60 menit guna mengurangi ketegangan otot dan melancarkan peredaran darah. Melalui pemahaman ini, perusahaan berharap seluruh Rekindist dapat bekerja lebih nyaman, aman, dan efisien.