PT Rekayasa Industri

Home Profil Jasa Proyek EPRO HSE CSR Kontak
  Visi & Misi
  Evolusi & Pengembangan
  Fasilitas Perusahaan
  Dukungan SDM
  Target Pasar
  Organisasi Perusahaan
  Eksekusi Proyek
  Company Profile
  Laporan Tahunan
  Audit Laporan Keuangan
  Good Corporate Governance
  Penghargaan & Sertifikasi


  INTRO FLASH
  Customer Complaince
  English
Laporan / Sambutan Direksi

Assalamualaikum Wr Wb.

Pertama-tama marilah kita memanjatkan puji syukur Alhamdulilah kepada Allah SWT, kita diberikan nikmat kesehatan olehNya hingga saat ini. Dalam kesempatan yang sangat indah ini, izinkanlah saya menyampaikan "sharing" saya tentang penugasan yang telah diamanahkan oleh bapak-bapak pemegang saham kepada saya, untuk ikut mengelola Rekind selama hampir 5,5 tahun. Diantara banyak BUMN yang mengalami kesulitan, kita semua patut bersyukur bahwa Rekind justru dalam 5 tahun terakhir ini, bisa tumbuh pendapatannnya 6x lipat, asetnya-pun bisa meningkat 2x lipat, namun dengan jumlah karyawan yang justru turun jumlahnya dari 1200 ke 1000 orang.

Setelah saya pelajari secara seksama, ternyata ada 3 (tiga) alasan banyak perusahaan di Indonesia mengalami kemunduran dan bahkan kebangkrutan. Alhamdulilah ketiga alasan tersebut dapat diatasi bersama oleh seluruh jajaran Rekind baik Dewan komisaris, Direksi dan seluruh karyawan. Inilah rahasia rahasianya dan juga kiat-kiat kami. Alasan pertama banyak BUMN merugi adalah karena hilangnya atau habisnya bahan baku. Cukup lama saya memikirkan tentang apa sebenarnya bahan baku Rekind. Ternyata setelah saya renung-renungkan, bahan baku sebuah perusahaan EPC seperti Rekind ini adalah "experience list" atau pengalaman proyek sejenis. Tanpa experience list, kita tidak mungkin bisa lulus prakualifikasi untuk mengikuti tender. Jadi salah satu rahasia kami adalah "Partnership Management". Bagaimana kami bisa memperoleh partner atau mitra paling kompetitif, yang memiliki experience list, sehingga kami bisa ikut tender, adalah salah satu kunci dari perusahaan ini. Kami menganggap hubungan dengan partner adalah bagaikan hubungan suami dan istri, saling jujur, saling terbuka, saling mengetahui peran masing-masing, saling mengerti kelemahan serta kekuatan masing-masing dan tentunya dengan mengandalkan cinta kasih. Sifat sifat setia dan loyal, tidak mudah selingkuh dan tidak mudah berganti-ganti pasangan adalah sifat-sifat yang kami kembangkan dengan partner kami. Dengan kiat-kiat tersebut, saat ini bila ada proyek baru di Indonesia, kami justru sulit menolak-nolak partner yang ingin bermitra dengan kami. Karena hampir semua perusahaan-perusahaan asing tersebut, pilihan pertamanya adalah ingin bermitra dengan kami.

Alasan kedua kenapa banyak BUMN merugi adalah karena mereka tidak bisa merubah dirinya dari bisnis yang sebenarnya "diberi oleh pemerintah" ke bisnis yang berdasarkan persaingan bebas. Dengan kiat kiat "customer centric organization" dan melalui pembentukan organisasi cluster yang terdiri dari business management, program management, dan technology management, Rekind akhirnya bisa melepaskan diri dari ketergantungan proyek pupuk ke bisnis yang lebih berdasarkan pemenangan proyek-proyek, melalui persaingan terbuka. Kami memasuki dan mendominasi bisnis panas bumi, bisnis kilang minyak, bisnis gas, dan memulai bisnis pengolahan bahan tambang dan juga bisnis lepas laut (offshore). Client-client kamipun sudah tidak hanya di Indonesia namun sudah ada beberapa yang di mancanegara seperti Brunei dan Australia.

Alasan ketiga adalah dengan mengembangkan sumber daya manusianya dengan berdasarkan basis kompetensi atau lebih dikenal dengan istilah "Remunerasi berdasarkan system merit" dan juga berdasarkan rekam jejak atau track record". Dalam vision statement, Rekind ingin "menjadi perusahaan kelas dunia". Tanpa peningkatan gaji karyawan ke standar perusahaan kelas dunia, tidak mungkin perusahaan tersebut akan menjadi perusahaan kelas dunia. Kami laporkan bahwa karyawan Rekind, saat ini telah ditingkatkan gajinya dan pendapatannya selama 5 tahun terakhir sebanyak hampir 3x lipat. Kami memang baru bisa menyaingi pendapatan karyawan perusahaan minyak asing yang berada di Indonesia. Salah satu rahasia kunci kami dalam bagaimana meningkatkan gaji ini, adalah peningkatan paket remunerasi yang dilakukan dan diupayakan setepat- tepatnya. Peningkatan remunerasi ini terus menerus kami upayakan untuk diberikan kepada mereka-mereka yang justru memang betul-betul berprestasi. Inilah rahasianya. Untuk melakukan ini, banyak sekali kiat-kiat yang telah dilakukan oleh seluruh jajaran Rekind, seperti menyusun penentuan tingkatan gaji berdasarkan kuantitatif bukan kualitatif, sistem tingkatan gaji yang berdasarkan penilaian karya maupun merit (rekam jejak), bonus sistem yang berdasarkan kinerja kelompok, sistem insentif penghematan yang berdasarkan kinerja proyek.

Demikianlah beberapa kiat-kiat kunci yang telah dikembangkan dan dilakukan oleh jajaran Rekind selama 5,5 tahun terakhir. Namun diantara berbagai kiat-kiat yang telah dilakukan ini, izinkanlah saya memohon maaf yang sebesar-besarnya karena ada juga beberapa upaya-upaya yang belum berhasil kami capai. Secara spesifik ada 3(tiga) hal yang belum bisa kami lakukan selama ini masa bakti kami. Salah satunya adalah bahwa kami belum berhasil untuk menjadikan perusahaan ini menjadi sebuah perusahaan publik. Saya sangat yakin bahwa BUMN yang menjadi perusahaan publik akan tumbuh besar dan berkembang. Sayang sekali sewaktu kami sedang gigih-gigihnya ingin Initial Public Offering (IPO), kondisi perekonomian dunia tiba-tiba memburuk dengan sangat pesat, sehingga kami kehilangan momentum.

Hal kedua yang belum bisa kami lakukan adalah melakukan investasi yang baik, sehingga perseroan belum bisa memperoleh pendapatan tetap (fixed income) yang rutin. Pengembangan investasi ini, perlu kami upayakan mengingat bisnis EPC yang naik turun, sedangkan keperluan untuk me-"retain" (menjaga dan mempertahankan) karyawan yang baik-baik sifatnya tetap pengeluaran biayanya. Hal terakhir dan merupakan penyakit mendasar di hampir semua BUMN, adalah merubah karyawan Rekind menjadi "economic animals" untuk perusahaan. Kami belum bisa menemukan kiat-kiat yang tepat dimana karyawan perusahaan ini, selain menjadi umat beragama yang berbakti kepada Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT, dan juga insan masyarakat yang santun dan berbudaya, namun bisa berusaha sekeras-kerasnya dalam mencari keuntungan yang luar biasa besarnya bagi perusahaan. Saya kira pertumbuhan net profit perseroan selama tahun-tahun terakhir, yang masih kurang menggembirakan, mencerminkan hal ini. Demikian kesan dan pesan kami untuk hal-hal yang mungkin perlu untuk diteruskan dan tentunya diperbaiki oleh pengelola Rekind di masa-masa mendatang.

Akhir kata, izinkanlah saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak atas bimbingannya, pengarahannya, kerja samanya dan cinta kasihnya selama ini. Tidak lain kami juga mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan-kesalahan yang mungkin telah kami lakukan. Kami mengucapkan terimakasih kepada para stakeholders Rekind, memberikan apresiasi kepada karyawan sebagai bagian terpenting dalam perusahaan. Disamping itu untuk selalu meningkatkan kinerja dimasa mendatang tidak lupa kami selalu mengingatkan bahwa bisnis perusahaan ini adalah bisnis berlandaskan kepercayaan.

Wassalamu Allaikum Wr.Wb.

Triharyo Indrawan Soesilo
Direktur Utama/ Chief Executive Officer
(Bpk. Triharyo saat ini telah menjabat sebagai anggota Komisaris PT Pertamina (Persero) tertanggal 6 Mei 2010)