PERESMIAN PLTP LAHENDONG - 2 dan OPERASIONAL LAHENDONG - 3 SEBAGAI KEBERHASILAN PROGRAM PENGEMBANGAN PEMBANGKIT LISTRIK MENGGUNAKAN ENERGI TERBARUKAN

Melalui proses inovasi, teknologi dan kompetensi, PT Rekayasa Industri (REKIND) kembali memberikan solusi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan listrik melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong-3 yang telah berhasil diselesaikan lebih cepat kira-kira 1 bulan dari skedul kontrak.
Rabu, 15 April 2009 oleh Menteri ESDM, Bpk. Purnomo Yusgiantoro, meresmikan PLTP Lahendong-2 dan Operasional PLTP Lahendong-3 yang berlokasi di Tomohon (Sulawesi Utara) dengan kapasitas produksi masing masing 1x20 MW. Peresmian tersebut juga dihadiri oleh Bpk. Triharyo I. Soesilo, Gubernur Sulawesi Utara - Bpk. Harry Sinyo Sarundajang, Direktur Utama PT PLN (Persero), Bpk. Fahmi Mochtar - sebagai pemilik proyek dan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) - Ibu Karen Agustiawan. Pembangunan proyek tersebut dilakukan oleh konsorsium Sumitomo Corporation, REKIND (Kontraktor Nasional) serta Fuji Electric System.
Pembangunan PLTP Lahendong merupakan bentuk solusi dari program pemerintah dalam rangka memanfaatkan sebanyak banyaknya sumber energi terbarukan untuk menggantikan penggunaan sumber energi barbahan dasar fosil (bahan bakar minyak bumi). Salah satunya dalam menggantikan sumber produksi listrik yang telah ada sebelumnya yakni Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). Dengan Pembangunan PLTP Lahendong, akan berdampak signifikan terhadap efisiensi dalam segi perawatan operasional, adanya pengurangan biaya yang signifikan dalam bahan baku (penggantian solar menjadi panas bumi), serta mengurangi dampak polusi (environmental friendly).

PLTP Lahendong-3 memanfaatkan uap panas bumi yang dihasilkan oleh sumur-sumur yang ada di area Lahendong yang disalurkan melalui sistem pipanisasi ke lokasi pembangkit untuk dirubah menjadi energi listrik. PLTP Lahendong-3 merupakan PLTP ketiga di area panas bumi Lahendong, yang melengkapi total kapasitas produksi tiga pembangkit keseluruhan menjadi 60 MW saat ini dan direncanakan pengembangan kedepan menjadi 80 MW dengan penambahan satu unit yang identik dengan Unit III.
Dengan mulai beroperasinya PLTP Lahendong-3, diharapkan dapat mencukupi kebutuhan listrik masyarakat di Sulawesi Utara, terutama untuk menyongsong pelaksanaan World Ocean Conference (WOC) yang direncanakan penyelenggaraannya di Kota MANADO pada bulan Mei 2009 yang akan datang. Beroperasinya PLTP Lahendong-3 menjamin kontinuitas dan kehandalan pasokan listrik di Sulawesi Utara khususnya pada jaringan Minahasa Grid dan Pulau Sulawasesi pada umumnya.
Ucapan Selamat dan Penghargaan yang setinggi tingginya dipersembahkan kepada Team Proyek Lahendong 2 dan Lahendong 3 dibawah kepemimpinan Bpk. Djuniarman Djulkilfli (EVP Energy & Infrastructure) dan komando dari Bpk. Alex Darma Balen (VP Geothermal) serta Bpk. Bambang Budi Harsono - Project Manager PLTP Lahendong-2 dan Bpk. Ahmad Salim - Project Manager PLTP Lahendong 3, atas kerja kerasnya selama ini sebagai perwujudan dari konsistensi inovasi yang dilakukan. Semoga REKIND senantiasa memberikan kontribusi terbaik bagi peningkatan kualitas hidup bangsa dan negara Republik Indonesia melalui karya - karya terbaiknya yang setaraf dan berkualitas global.
LIPUTAN ACARA PERESMIAN PROYEK PLTP LAHENDONG-2 dan OPERATIONAL PLTP LAHENDONG-3
DI BEBERAPA MEDIA CETAK dan MEDIA ON LINE INTERNATIONAL

Acara peresmian proyek PLTP Lahendong-2 dan PLTP Lahendong-3, juga menjadi berita dunia karena proyek-proyek tersebut didanai oleh Institusi Perbankan Internasional yaitu Asian Development Bank (ADB) dan Japan Bank for International Corporation (JBIC).
Selain itu, output yang dihasilkan dari proyek tersebut adalah listrik yang dibutuhkan untuk perhelatan Internasional World Ocean Conference yang akan dilaksanakan pada tanggal 11 s/d 14 Mei 2009 di kota Menado yang berkaitan dengan perubahan iklim. Kita tentu patut bersyukur ke hadirat Allah SWT karena jajaran PT Rekayasa Industri dapat memberikan sumbangsih karya kepada penduduk dunia dengan membangun pembangkit listrik panas bumi yang ramah lingkungan.
Walaupun kecil, karya-karya tersebut telah mengurangi dampak emisi karbon dengan tidak membakar bahan bakar dari minyak bumi ataupun batu bara.
Terlampir beberapa liputan media cetak dan media on line internasional yang meliput acara tersebut dan menerjemahkan ke dalam beberapa bahasa ; Inggris, Cina dan Perancis :