PT Rekayasa Industri

Home Profil Jasa Proyek EPRO HSE CSR Kontak
  Pemancangan Pertama Ammonium...
  Peringkat ke-3 di PII Award 2009..
  Peresmian Proyek WWG Unit 2..
  Pabrik Amonium Nitrat Terbesar..
  Balongan Crude Oil Tank..
  Sertifikasi WWG
  LOI dengan Orica Ltd.
  Peresmian PLTP Lahendong
  MOU dengan PT Geo Dipa Energy
  Home Engineering
  Penandatanganan MOU Biodiesel..
  Penandatanganan SIMRisk..
  Peresmian LOBP, Gresik
  Sukses di Bisnis Offshore..
  Penghargaan PT Rekayasa Industri
  Revitalisasi Pabrik Gula PTPN..
  MAKE Award
  Uji Coba Proyek Modernisasi..
  Pemancangan Tiang Pertama...
  Pameran Industri Bahari
  Penandatanganan Pakta Integritas..
  Penandatanganan Kontrak PLTU..
  Workshop RJP 2009-2013
  Kunjungan Dewan Komisaris...
  Kunjungan ke PLTU Suralaya
  Peletakkan Batu Pertama...
  Kunjungan Peserta Rapat BUMN
  Penandatangan Kontrak ROPP..
  Peresmian Kamojang IV & ...
  Penandatanganan MOU FEUI
  Penandatanganan MOU UNDIP
  Penandatanganan MOU IOEC
  Closing Meeting SSWJ2 Offshore
  Penghargaan Annual Report
  Pengaliran Gas Pertama di..
  Kunjungan Gubernur Sumatera..
  Serah Terima Proyek PLTP...
  MOU Dengan Incitec Australia
  Proyek Modernisasi LOBP UPP
  Pemancangan Tiang Pertama..
  Pengaliran Gas Pertama...
  Pameran & Forum IBBEX 2007
  Projek Suralaya


  INTRO FLASH
  Customer Complaince
  English
Penandatanganan Naskah MOU Sistem Informasi Manajemen Risiko

Setelah penandatangan naskah kerjasama pembangunan pabrik Biodiesel, dilanjutkan dengan penandatanganan kesepakatan Penggunaan Sistem Informasi Manajemen Risiko (SIMRisk) holding PUSRI. Kesepakatan ini merupakan tindak lanjut dari pengembangan sistem aplikasi manajemen risiko SIMRisk yang dilakukan oleh PUSRI yang mulai diterapkan pada tahun ini pada holding Pusri. Poin penting dalam kesepakatan tersebut tersebut adalah kesepakatan antara PUSRI dengan masing masing anggota holding-nya mengenai SIMRisk, serta adanya dukungan PUSRI dalam sisi teknis dan implementasi dalam memenuhi kebutuhan software Sistem Informasi Manajemen Risiko kepada anggota holdingnya.

REKIND sebagai Kontraktor Utama pembangunan proyek ini menggunakan kandungan lokal sebanyak lebih dari 70 %, seperti pada proses pengisian kedalam kemasan dan sistem pemanasan minyak pelumas yang dibuat oleh enginer enginer dalam negeri tetapi tetap memberikan kualitas yang terbaik. Suatu kehormatan dan kebanggaan tersendiri karena produk buatan dalam negeri ini adalah produk yang diekspor ke manca negara. Selain itu, pembangunan proyek ini dilaksanakan lebih cepat dari jadual yang ditetapkan dan mendapatkan sertifikat 1.000.000 Man Working Hours Without Lost Time Injuries dari pihak Pertamina.

Semoga program ini merupakan bentuk konkret dalam upaya pembentukan innovation culture, quality of life serta alternatif jawaban akan upaya untuk menjadikan Indonesia yang lebih baik (innovate to create better Indonesia )