Penandatanganan Naskah MOU Sistem Informasi Manajemen Risiko
Setelah penandatangan naskah kerjasama pembangunan pabrik Biodiesel, dilanjutkan dengan penandatanganan kesepakatan Penggunaan Sistem Informasi Manajemen Risiko (SIMRisk) holding PUSRI. Kesepakatan ini merupakan tindak lanjut dari pengembangan sistem aplikasi manajemen risiko SIMRisk yang dilakukan oleh PUSRI yang mulai diterapkan pada tahun ini pada holding Pusri. Poin penting dalam kesepakatan tersebut tersebut adalah kesepakatan antara PUSRI dengan masing masing anggota holding-nya mengenai SIMRisk, serta adanya dukungan PUSRI dalam sisi teknis dan implementasi dalam memenuhi kebutuhan software Sistem Informasi Manajemen Risiko kepada anggota holdingnya.
REKIND sebagai Kontraktor Utama pembangunan proyek ini menggunakan kandungan lokal sebanyak lebih dari 70 %, seperti pada proses pengisian kedalam kemasan dan sistem pemanasan minyak pelumas yang dibuat oleh enginer enginer dalam negeri tetapi tetap memberikan kualitas yang terbaik. Suatu kehormatan dan kebanggaan tersendiri karena produk buatan dalam negeri ini adalah produk yang diekspor ke manca negara. Selain itu, pembangunan proyek ini dilaksanakan lebih cepat dari jadual yang ditetapkan dan mendapatkan sertifikat 1.000.000 Man Working Hours Without Lost Time Injuries dari pihak Pertamina.
Semoga program ini merupakan bentuk konkret dalam upaya pembentukan innovation culture, quality of life serta alternatif jawaban akan upaya untuk menjadikan Indonesia yang lebih baik (innovate to create better Indonesia )