PT Rekayasa Industri

Home Profil Jasa Proyek EPRO HSE CSR Kontak
  Pemancangan Pertama Ammonium...
  Peringkat ke-3 di PII Award 2009..
  Peresmian Proyek WWG Unit 2..
  Pabrik Amonium Nitrat Terbesar..
  Balongan Crude Oil Tank..
  Sertifikasi WWG
  LOI dengan Orica Ltd.
  Peresmian PLTP Lahendong
  MOU dengan PT Geo Dipa Energy
  Home Engineering
  Penandatanganan MOU Biodiesel..
  Penandatanganan SIMRisk..
  Peresmian LOBP, Gresik
  Sukses di Bisnis Offshore..
  Penghargaan PT Rekayasa Industri
  Revitalisasi Pabrik Gula PTPN..
  MAKE Award
  Uji Coba Proyek Modernisasi..
  Pemancangan Tiang Pertama...
  Pameran Industri Bahari
  Penandatanganan Pakta Integritas..
  Penandatanganan Kontrak PLTU..
  Workshop RJP 2009-2013
  Kunjungan Dewan Komisaris...
  Kunjungan ke PLTU Suralaya
  Peletakkan Batu Pertama...
  Kunjungan Peserta Rapat BUMN
  Penandatangan Kontrak ROPP..
  Peresmian Kamojang IV & ...
  Penandatanganan MOU FEUI
  Penandatanganan MOU UNDIP
  Penandatanganan MOU IOEC
  Closing Meeting SSWJ2 Offshore
  Penghargaan Annual Report
  Pengaliran Gas Pertama di..
  Kunjungan Gubernur Sumatera..
  Serah Terima Proyek PLTP...
  MOU Dengan Incitec Australia
  Proyek Modernisasi LOBP UPP
  Pemancangan Tiang Pertama..
  Pengaliran Gas Pertama...
  Pameran & Forum IBBEX 2007
  Projek Suralaya


  INTRO FLASH
  Customer Complaince
  English
PERESMIAN PROYEK LOBP GRESIK

Dengan mengucap puji syukur ke hadirat Allah SWT, Pada hari Sabtu, 31 Januari 2009, dengan ditandai penekanan sirene dan penandatanganan prasasti, Menteri ESDM, Purnomo Yusgiantoro meresmikan pabrik pembuatan minyak pelumas milik PT Pertamina (Persero) di Unit Produksi Pelumas Pertamina yang berlokasi Gresik. Acara diawali dengan sambutan dari Direktur Utama PT Pertamina, Bpk. Ari H Sumarno dan dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan oleh Menteri ESDM. Acara tersebut juga dihadiri oleh Direktur Utama PT PLN, Bpk. Fahmi Mochtar dan pejabat daerah lainnya.

Acara peresmian siang itu dilanjutkan dengan Plant Tour bersama Menteri dan semua hadirin selama kurang lebih 30 menit. Kunjungan melihat proyek secara langsung tersebut didampingi staf Pertamina dan CEO REKIND, Bpk Triharyo yang menjelaskan proses awal sampai akhir yang diikuti secara antusias oleh Bpk. Menteri. Kemudian dilanjutkan dengan press conference yang dihadiri banyak media lokal dan nasional. Acara ditutup dengan acara ramah tamah dengan para tamu dan foto bersama. Selanjutnya Bpk. Triharyo Soesilo didampingi Bpk. Ali Suharsono dan wakil Komisaris, Bpk Aryono Setyo Prabowo mengadakan pertemuan khusus dengan team proyek untuk menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas pelaksanaan proyek tersebut. Kesuksesan itu tidak luput dari kerja keras Bpk. Dadang Asikin sebagai Project Manager dan Bpk. Eddy Herman Harun sebagai VP Refinery dan team pendukung dari jajaran EPC Operation dan Project Services.

Sekilas mengenai proyek LOBP adalah pabrik yang memproduksi Pelumas hingga 135.000 kiloliter/tahun, yang dibangun REKIND dengan teknologi In Line Blending dan Automatic Batch Blending, merupakan teknologi pertama dan termodern di Asia Tenggara. Dari proses awal bahan baku pelumas yang diturunkan dari kapal, proses blending dan pengisian ke dalam botol sehingga menjadi produk siap pakai, diproses dengan cara serba otomatis dan teknologi modern dan dikendalikan dengan komputer dari ruang tempat produksi. Produk pelumas yang dihasilkan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasar pelumas khususnya di kawasan Indonesia Timur juga sekaligus mendukung ekspansi Pertamina memenuhi pasar ke Asia Pasifik.

REKIND sebagai Kontraktor Utama pembangunan proyek ini menggunakan kandungan lokal sebanyak lebih dari 70 %, seperti pada proses pengisian kedalam kemasan dan sistem pemanasan minyak pelumas yang dibuat oleh enginer enginer dalam negeri tetapi tetap memberikan kualitas yang terbaik. Suatu kehormatan dan kebanggaan tersendiri karena produk buatan dalam negeri ini adalah produk yang diekspor ke manca negara. Selain itu, pembangunan proyek ini dilaksanakan lebih cepat dari jadual yang ditetapkan dan mendapatkan sertifikat 1.000.000 Man Working Hours Without Lost Time Injuries dari pihak Pertamina.

Semoga program ini merupakan bentuk konkret dalam upaya pembentukan innovation culture, quality of life serta alternatif jawaban akan upaya untuk menjadikan Indonesia yang lebih baik (innovate to create better Indonesia )