PT Rekayasa Industri

Home Profil Jasa Proyek EPRO HSE CSR Kontak
  Pemancangan Pertama Ammonium...
  Peringkat ke-3 di PII Award 2009..
  Peresmian Proyek WWG Unit 2..
  Pabrik Amonium Nitrat Terbesar..
  Balongan Crude Oil Tank..
  Sertifikasi WWG
  LOI dengan Orica Ltd.
  Peresmian PLTP Lahendong
  MOU dengan PT Geo Dipa Energy
  Home Engineering
  Penandatanganan MOU Biodiesel..
  Penandatanganan SIMRisk..
  Peresmian LOBP, Gresik
  Sukses di Bisnis Offshore..
  Penghargaan PT Rekayasa Industri
  Revitalisasi Pabrik Gula PTPN..
  MAKE Award
  Uji Coba Proyek Modernisasi..
  Pemancangan Tiang Pertama...
  Pameran Industri Bahari
  Penandatanganan Pakta Integritas..
  Penandatanganan Kontrak PLTU..
  Workshop RJP 2009-2013
  Kunjungan Dewan Komisaris...
  Kunjungan ke PLTU Suralaya
  Peletakkan Batu Pertama...
  Kunjungan Peserta Rapat BUMN
  Penandatangan Kontrak ROPP..
  Peresmian Kamojang IV & ...
  Penandatanganan MOU FEUI
  Penandatanganan MOU UNDIP
  Penandatanganan MOU IOEC
  Closing Meeting SSWJ2 Offshore
  Penghargaan Annual Report
  Pengaliran Gas Pertama di..
  Kunjungan Gubernur Sumatera..
  Serah Terima Proyek PLTP...
  MOU Dengan Incitec Australia
  Proyek Modernisasi LOBP UPP
  Pemancangan Tiang Pertama..
  Pengaliran Gas Pertama...
  Pameran & Forum IBBEX 2007
  Projek Suralaya


  INTRO FLASH
  Customer Complaince
  English
Most Admired Knowledge Enterprise ( MAKE AWARD )

Download dokumen : make_documents.zip

Pada tanggal 15 Juli 2008, Dunamis bekerjasama dengan Teleos-Inggris, sebagai pihak penyelenggara kompetisi Most Admired Knowledge Enterprise ( MAKE AWARD ) telah memilih REKIND sebagai salah satu dari 10 pemenang di wilayah Indonesia. Tujuan kompetisi ini adalah untuk melihat proses pembentukan dan implementasi knowledge management dalam suatu organisasi dengan tujuan peningkatan intellectual capital, peningkatan share value serta kamashlatan pada stakeholders. Kualifikasi yang ditentukan dan dinilai dalam kompetisi ini relatif sulit dan dalam waktu yang tidak singkat, salah satunya adalah melalui proses audit dan penilaian terhadap kriteria-kriteria berikut :
  • Menerapkan budaya perusahaan yang berbasis knowledge (dalam arti luas yang mencakup ilmu pengetahuan, teknologi, pengalaman praktis – best practices, sejarah dan budaya)
  • Mengembangkan konsep “knowledge workers” sampai pada level senior management
  • Menghasilkan produk-produk yang berbasis knowledge
  • Melakukan maksimalisasi terhadap intellectual capital
  • Mengembangkan lingkungan yang menciptakan suasana untuk ber-sharing dan ber-kolaborasi
  • Menciptakan organisasi yang terus belajar
  • Menghasilkan nilai tambah dengan memanfaatkan customer knowledge
  • Menggunakan knowledge yang dimiliki perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan (nilai tambah) di masyarakat
Berkat kerja keras team Corporate Strategy, Ibu Esthi yang didukung oleh Ibu Wigati Prambandini dan Bpk. Wilka Osca dari Departemen Corporate Communication, maka REKIND berhasil masuk dalam jajaran 10 perusahaan yang memenangkan Penghargaan / Award ini bersama Astra, Excel, Unilever, United tractor dan lainnya. Dengan usaha dan doa serta harapan tinggi, semoga pelaksanaan MAKE AWARD tahun mendatang, REKIND dapat memperoleh urutan 3 Terbaik yang nantinya akan diperlombakan di tingkat Asia sejajar dengan perusahaan lain seperti Toyota (Jepang), Infosys (India), Singapore Airlines, Samsung, Honda dan sebagainya.

Hasil yang sekarang dicapai tentunya tidak lepas dari usaha tim pada Divisi Information Communication and Technology dibawah kepemimpinan Bpk. Ahmed Fahmi yang telah mengembangkan tulang punggung (“backbone”) penyebaran knowledge dan pengembangan sarana untuk sharing dan berkolaborasi dalam lingkungan intra REKIND.