PT Rekayasa Industri

Home Profil Jasa Proyek EPRO HSE CSR Kontak
  Pemancangan Pertama Ammonium...
  Peringkat ke-3 di PII Award 2009..
  Peresmian Proyek WWG Unit 2..
  Pabrik Amonium Nitrat Terbesar..
  Balongan Crude Oil Tank..
  Sertifikasi WWG
  LOI dengan Orica Ltd.
  Peresmian PLTP Lahendong
  MOU dengan PT Geo Dipa Energy
  Home Engineering
  Penandatanganan MOU Biodiesel..
  Penandatanganan SIMRisk..
  Peresmian LOBP, Gresik
  Sukses di Bisnis Offshore..
  Penghargaan PT Rekayasa Industri
  Revitalisasi Pabrik Gula PTPN..
  MAKE Award
  Uji Coba Proyek Modernisasi..
  Pemancangan Tiang Pertama...
  Pameran Industri Bahari
  Penandatanganan Pakta Integritas..
  Penandatanganan Kontrak PLTU..
  Workshop RJP 2009-2013
  Kunjungan Dewan Komisaris...
  Kunjungan ke PLTU Suralaya
  Peletakkan Batu Pertama...
  Kunjungan Peserta Rapat BUMN
  Penandatangan Kontrak ROPP..
  Peresmian Kamojang IV & ...
  Penandatanganan MOU FEUI
  Penandatanganan MOU UNDIP
  Penandatanganan MOU IOEC
  Closing Meeting SSWJ2 Offshore
  Penghargaan Annual Report
  Pengaliran Gas Pertama di..
  Kunjungan Gubernur Sumatera..
  Serah Terima Proyek PLTP...
  MOU Dengan Incitec Australia
  Proyek Modernisasi LOBP UPP
  Pemancangan Tiang Pertama..
  Pengaliran Gas Pertama...
  Pameran & Forum IBBEX 2007
  Projek Suralaya


  INTRO FLASH
  Customer Complaince
  English
Kunjungan Kerja Peserta Rapat BUMN ke Proyek Kamojang 4, Garut

Dalam rangka meningkatkan koordinasi dan pembinaan BUMN Karya yang berada dibawah naungan Bpk. Ir. Muchayat - Deputi Bidang Usaha Jasa Lainnya Kementerian BUMN, pada tanggal 5-6 Februari 2008 mengadakan Workshop BUMN Jasa Konstruksi & Konsultan di Hotel Panghegar Bandung. Peserta yang hadir adalah para direksi dan pejabat BUMN Karya antara lain adalah PT Rekayasa Industri (REKAYASA), PT Wijaya Karya dan PT Adhi Karya, PT Pembangunan Pembangunan dan konsultan lainnya.

Workshop ini dibagi menjadi dua bagian acara Utama : knowledge sharing serta diskusi dan kunjungan ke Proyek Kamojang-4, Garut, Jawa Barat.

Beberapa tema dalam sharing knowledge antara lain creating demand dan proses inovasi REKAYASA, proses branding pada bisnis kontraktor (Adhi Karya), overview pelaksanaan project di luar negeri, pentingnya pengelolaan human as the most important asset dalam kontraktor, pentingnya latar belakang yang kuat dan persiapan fundamental bagi IPO (Menneg BUMN), dan hal lainnya.

Salah satu agenda workshop pada hari kedua adalah kunjungan kerja ke proyek Kamojang-4, Garut, Jawa Barat yang tidak kalah menarik dalam menambah insight bagi para peserta workshop. Bpk. Triharyo I Soesilo – CEO Rekayasa Industri dan Bpk. Djuniarman Djulkifli – EVP Mineral Infrastructure memimpin langsung kunjungan kerja BUMN Karya ini. PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) selaku pemilik proyek Kamojang-4 diwakili oleh General Manager Bpk. A.Rachman menyambut hangat kedatangan peserta dan memberikan penjelasan secara keseluruhan sejarah awal keberadaan proyek geothermal Kamojang unit I (27 MW) yang dibangun pada zaman Belanda, dan unit 2-3 (2X57 MW) yang dibangun saat Kolonel dr. Ibnu Soetowo menjabat sebagai Dirut. PT Pertamina (Persero). Sampai saat ini Unit 1, 2 dan 3 masih tetap berproduksi dan dijaga kelestariannya. Di informasikan juga akan adanya kawah wisata dikawasan Kamojang yang dapat dikunjungi oleh wisatawan. Bpk. Alex Dharma Balen selaku VP Geothermal REKAYASA dalam presentasinya menyampaikan potensi Geothermal di Indonesia dan Bpk. Isnanto selaku Project Manager Proyek Kamojang Unit 4 (1X60 MW) dari REKAYASA menyampaikan presentasi detail proyek Kamojang-4 juga mengenai Safety / Keselamatan Kerja yang diterapkan pada pelaksanaan proyek ini dan pada proyek proyek lain yang dilaksanakan oleh REKAYASA. Proyek Kamojang 4 ini adalah salah satu dari 4 proyek Pembangkit Listrik dengan menggunakan tenaga Panas Bumi yang diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Bpk. Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 11 Desember 2007 di Bali pada Konferensi Perubahan Iklim Dunia (UNFCCC).

Semoga karya-karya REKAYASA tetap memberikan bagian dari solusi bangsa dan membangun intergritas bagi komunitas global.