PT Rekayasa Industri

Home Profil Jasa Proyek EPRO HSE CSR Kontak
  Pemancangan Pertama Ammonium...
  Peringkat ke-3 di PII Award 2009..
  Peresmian Proyek WWG Unit 2..
  Pabrik Amonium Nitrat Terbesar..
  Balongan Crude Oil Tank..
  Sertifikasi WWG
  LOI dengan Orica Ltd.
  Peresmian PLTP Lahendong
  MOU dengan PT Geo Dipa Energy
  Home Engineering
  Penandatanganan MOU Biodiesel..
  Penandatanganan SIMRisk..
  Peresmian LOBP, Gresik
  Sukses di Bisnis Offshore..
  Penghargaan PT Rekayasa Industri
  Revitalisasi Pabrik Gula PTPN..
  MAKE Award
  Uji Coba Proyek Modernisasi..
  Pemancangan Tiang Pertama...
  Pameran Industri Bahari
  Penandatanganan Pakta Integritas..
  Penandatanganan Kontrak PLTU..
  Workshop RJP 2009-2013
  Kunjungan Dewan Komisaris...
  Kunjungan ke PLTU Suralaya
  Peletakkan Batu Pertama...
  Kunjungan Peserta Rapat BUMN
  Penandatangan Kontrak ROPP..
  Peresmian Kamojang IV & ...
  Penandatanganan MOU FEUI
  Penandatanganan MOU UNDIP
  Penandatanganan MOU IOEC
  Closing Meeting SSWJ2 Offshore
  Penghargaan Annual Report
  Pengaliran Gas Pertama di..
  Kunjungan Gubernur Sumatera..
  Serah Terima Proyek PLTP...
  MOU Dengan Incitec Australia
  Proyek Modernisasi LOBP UPP
  Pemancangan Tiang Pertama..
  Pengaliran Gas Pertama...
  Pameran & Forum IBBEX 2007
  Projek Suralaya


  INTRO FLASH
  Customer Complaince
  English
Peresmian Proyek Kamojang IV dan Proyek Lahendong II oleh Presiden RI di Bali.

Puji Syukur atas rahmat Tuhan YME, pada hari Selasa tanggal 11 Desember 2007, di Nusa Dua - Bali, Presiden RI, Bpk. Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan 4 proyek PLTP ( Geothermal / Panas Bumi ). Dua diantara keempat proyek tersebut, pembangunannya dilakukan oleh PT Rekayasa Industri (REKIND), yaitu: Proyek PLTP Kamojang unit IV, yang dimiliki oleh PT Pertamina (Persero) dan Proyek PLTP Lahendong unit II, yang dimiliki oleh PT PLN. Proyek Kamojang IV yang berlokasi di Garut, Jawa Barat, memiliki kapasitas 1 X 60 MW dan akan beroperasi mulai bulan Desember ini (3 bulan lebih cepat dari rencana semula, Maret 2008). Proyek ini menghasilkan listrik dengan menggunakan energi panas bumi dan menyediakan transmisi kelistrikan yang mencakup wilayah Jawa-Bali. Proyek tersebut sepenuhnya merupakan hasil kolaborasi PT Pertamina Geothermal Energy dan REKIND sebagai solusi untuk mengatasi harga minyak bumi yang tinggi dan persoalan pemanasan global. Sedangkan Proyek PLTP Lahendong II yang berlokasi di Tomohon, Sulawesi, mempunyai kapasitas sebesar 1 X 20 MW dan akan memenuhi kubutuhan listrik di daerah Sulawesi Utara. Dua proyek lainnya yang diresmikan saat itu adalah PLTP Darajat unit III, yang berlokasi di Jawa Barat dan PLTP Sibayak yang berlokasi di Sumatra Utara.

Acara peresmian ditandai dengan gamelan khas bali dan pelepasan balon yang kemudian dilanjutkan dengan penandatangan prasasti keempat proyek tersebut. Hadir pada saat itu beberapa menteri, antara lain : Menteri Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat - Aburizal Bakrie, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral – Purnomo Yusgiantoro serta tamu undangan antara lain; Komisaris Utama PT PLN - Alhilal Hamdi, Direktur Utama PT Pertamina - Ari H Soemarno, Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy - Bambang Kustono, serta wakil dari REKIND - Coddy Soerono.

Pada saat yang bersamaan, dilakukan pula penandatanganan kerjasama transaksi karbon Emissions Reduction Purchase Agreement (ERPA) antara PLN dan IBRD Nederland dan ERPA antara PLN dan Japan Carbon Finance Ltd. Presiden juga menyaksikan penandatanganan kerjasama pembangkit listrik tenaga sampah (biomass) antara PLN distribusi Bali dan PT Navigat Organic Energy Indonesia. Selain penandatangan kerjasama tersebut, Menteri ESDM menyerahkan Wilayah Kerja Produksi kepada Gubernur Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Maluku Utara untuk mengembangkan kebutuhan listrik di daerah tersebut.

Akhir kata, Selamat kepada team proyek Lahendong unit II yang dipimpin oleh Bpk. Bambang Budi Harsono & juga team proyek Kamojang unit IV yang dipimpin oleh Bpk. Isnanto serta kepada jajaran REKIND terkait. Puji syukur kepada Tuhan YME, bahwa jajaran REKIND bersama seluruh mitra-mitranya dikaruniai kesempatan dan kemampuan untuk ikut membantu memberikan solusi kepada bangsa ini.