MOU Dengan Incitec Australia

Dalam usaha untuk memenuhi kebutuhan Gas Alam sebagai bahan baku untuk memproduksi Nitrogen yang merupakan bahan dasar pembuatan pupuk, Rekind mulai serius mendalami bisnis Coal Gasification. Sehubungan dengan hal tersebut, pada tanggal 26 Juni 2007, bertempat di kantor kementrian Negara BUMN, Rekind menandatangani perjanjian kerjasama Proyek Gasifikasi Batubara dengan Incitec Pivot Limited. Naskah perjajian kerjasama itu ditandatangani oleh Bpk. Ir. Dadang Heru Kodri Direktur Utama PT Pupuk Sriwidjaja (Persero), Mr Julian Segal Managing Director/CEO Incitec Pivot Limited, Direktur Utama Rekind, dan Bpk. Triharyo I Soesilo, M.chE. Incitec Pivot Limited adalah perusahaan Pupuk terbesar di Australia yang akan mendanai pengadaan Gas bagi 3 (tiga) pabrik pupuk di Indonesia, yang dimiliki oleh PT Pupuk Iskandar Muda dan PT Asean Aceh Fertilizer, sedangkan Rekind bertindak sebagai kontraktor/pelaksana proyek-proyek tersebut. Acara penandatangan kerjasama itu mendapat kehormatan dengan disaksikan oleh Menteri Perdagangan Australia, Mr. Warren Truss dan Menteri Negara BUMN, Bpk Sofyan A. Djalil. Proyek-proyek tersebut berlokasi di Lhokseumawe, Aceh dan rencananya akan mulai dilaksanakan pada tahun 2008 yang akan datang.

Sebagai tambahan informasi, Indonesia mempunyai cadangan batubara yang cukup besar, terlebih lagi untuk batubara yang mempunyai kalori rendah (low rank coal). Dengan teknologi Coal Gasification, sumber daya alam ini dapat diolah menjadi Gas yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk memproduksi Nitrogen yang merupakan bahan dasar pembuatan pupuk. Prospek bisnis Coal Gasification akan menjadi salah satu bisnis unggulan masa depan bagi Rekind sebagaimana Geothermal, Biofuel, Refinery Revamps, & Offshore yang telah digeluti Rekind selama ini.