PT Rekayasa Industri
Category :



  INTRO FLASH
  Customer Complaince
  Bahasa Inggris
Penandatanganan Kontrak Proyek Banyu Urip Cepu EPC 5
Kategori News : Project News

Selasa, 6 Desember 2011, di Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, Bojonegoro, Jawa Timur, telah dilaksanakan penandatangan Infrastruktur Facilities (Fasilitas Pendukung) proyek Banyu Urip EPC 5 yang ditandatangani oleh Bpk. M. Ali Suharsono – Rekind dan Bpk. Indrajaya Manopol – PT Hutama Karya dan Bpk. Asep Sulaiman – perwakilan dari Mobil Cepu Ltd (MCL) selaku pemilik proyek. Pada kesempatan yang sama, dilaksanakan juga acara Peletakan Batu Pertama (Ground Breaking) untuk pelaksanaan ke 5 paket EPC milik MCL, yang dilakukan oleh .Bpk. Jerro Wacik – Menteri ESDM, Ibu Evita Legowo – Dirjen Migas, Bpk. M Priyono – Kepala BP Migas, Bpk Soekarwo – Gubernur Jawa Timur , Kepala UKP 4, Bupati Bojonegoro dan Mr. Terry S. McPhail - Presiden dan GM Exxon MCL Acara tersebut diawali dengan pidato sambutan yang disampaikan antara lain oleh pihak MCL, Kepala BP Migas dan Menteri ESDM, Bpk Jerro Wacik.

Konsorsium Rekind dan Hutama Karya akan melaksanakan lingkup pekerjaan sipil dan infrastruktur antara lain dengan pembangunan waduk desalinasi air laut untuk disuntikkan ke perut bumi, pembuatan jalan raya permanen, jalan layang lintas rel kereta api, gedung administrasi, kantor, fasilitas pengambilan dan penyaluran air sungai Bengawan Solo dan perumahan karyawan. Pembangunan fasilitas pendukung ini dijadwalkan selesai dalam kurun 36 bulan kedepan dan akan mensuport produksi minyak sejumlah 165.00 barel / hari dari keseluruhan 5 paket proyek MCL yang berada di Blok Cepu.

Perolehan proyek ini adalah anugerah dan rahmat dari Allah SWT yang patut disyukuri dan juga merupakan suatu kebanggaan bagi Rekind di penghujung tahun 2011. Dukungan penuh dari seluruh jajaran manajemen Rekind dan ucapan selamat serta sukses disampaikan kepada tim proyek yang dipimpin oleh Bpk. Christiawan Tavipiano, seiring harapan agar dalam pelaksanaan proyek tersebut dapat selesai tepat waktu atau bila memungkinkan dapat lebih cepat seperti harapan Presiden RI, mengingat pentingnya kontribusi Lapangan Banyu Urip terhadap peningkatan produksi minyak nasional.