PT Rekayasa Industri

Home Profil Jasa Proyek EPRO HSE CSR Kontak
  Pemancangan Pertama Ammonium...
  Peringkat ke-3 di PII Award 2009..
  Peresmian Proyek WWG Unit 2..
  Pabrik Amonium Nitrat Terbesar..
  Balongan Crude Oil Tank..
  Sertifikasi WWG
  LOI dengan Orica Ltd.
  Peresmian PLTP Lahendong
  MOU dengan PT Geo Dipa Energy
  Home Engineering
  Penandatanganan MOU Biodiesel..
  Penandatanganan SIMRisk..
  Peresmian LOBP, Gresik
  Sukses di Bisnis Offshore..
  Penghargaan PT Rekayasa Industri
  Revitalisasi Pabrik Gula PTPN..
  MAKE Award
  Uji Coba Proyek Modernisasi..
  Pemancangan Tiang Pertama...
  Pameran Industri Bahari
  Penandatanganan Pakta Integritas..
  Penandatanganan Kontrak PLTU..
  Workshop RJP 2009-2013
  Kunjungan Dewan Komisaris...
  Kunjungan ke PLTU Suralaya
  Peletakkan Batu Pertama...
  Kunjungan Peserta Rapat BUMN
  Penandatangan Kontrak ROPP..
  Peresmian Kamojang IV & ...
  Penandatanganan MOU FEUI
  Penandatanganan MOU UNDIP
  Penandatanganan MOU IOEC
  Closing Meeting SSWJ2 Offshore
  Penghargaan Annual Report
  Pengaliran Gas Pertama di..
  Kunjungan Gubernur Sumatera..
  Serah Terima Proyek PLTP...
  MOU Dengan Incitec Australia
  Proyek Modernisasi LOBP UPP
  Pemancangan Tiang Pertama..
  Pengaliran Gas Pertama...
  Pameran & Forum IBBEX 2007
  Projek Suralaya


  INTRO FLASH
  Customer Complaince
  English
Pemancangan Tiang Pertama Proyek Biodiesel PT BRBE

Pada tanggal 14 Mei 2007, telah dilaksanakan Pemancangan Tiang Pertama Proyek Biodiesel milik PT Bakrie Rekin Bio Energy (PT BRBE) di Kabil, Batam. Acara tersebut dihadiri oleh:
  1. Menteri Riset dan Teknologi, Bapak Kusmayanto Kadiman,
  2. wakil dari PT Bakrie Sumatra Plantation Tbk (PT BSP) yaitu Bpk. Ambono Janurianto, sebagai Direktur Utama, dan Bpk. Soedjai Kartasasmita, sebagai Komisaris Utama,
  3. wakil dari PT Bakrie & Brothers Tbk, Bpk. Bobby Gafur S. Umar, sebagai Direktur Utama.
  4. wakil dari REKIND, Bpk. Triharyo I Soesilo, Bpk. Coddy I. Soerono, mewakili Dewan Direksi, serta Bpk. Ampi Tanudjiwa dan Bpk. Aryono Setyoprabowo, mewakili Dewan Komisaris, dan
  5. beberapa pejabat setempat.
Acara pemancangan pertama tersebut ditandai dengan dibunyikannya sirene oleh Menristek dan pengguntingan pita diikuti dengan pemancangan tiang pertama konstruksi proyek tersebut yang dipimpin oleh Bpk. Redy Ferianto, selaku Manager Proyek

Tujuan Proyek ini adalah memproduksi biodiesel dengan spesifikasi dan syarat mutu produk yang memenuhi Standar Nasional Indonesia, SNI 04-7182-2006 sebagaimana ditetapkan di dalam keputusan KEpala Badan Strandarisasi Nasional, Nomor : 73/ KEP / BSN/2/ 2006, tanggal 22 Februari 2006 maupun Standar Eropa, EN 14214.

Biodisel merupakan salah satu bahan bakar nabati sebagai alternatif sebagai pengganti solar yang ramah lingkungan dan terbarukan. Pemanfaatan biodiesel di Indonesia di harapkan dapat memberikan kontribusi untuk mengurangi pengurangan devisa negara untuk impor bahan bakar sekaligus untuk memperbaiki kualitas lingkungan.

PT Bakrie Rekin Bio Energy akan membangun pabrik biodiesel dengan kapasitas 100.000 ton per-tahun untuk ikut serta mendukung komitmen pemerintah dalam meningkatkan peranan bahan bakar nabati (biofuel) dalam peta energi nasional. Pabrik yang dibangun dengan menggunakan teknologi Desmet Ballestra ini akan menggunakan crude palm oil (CPO) sebagai bahan baku dan diharapkan dapat memulai operasinya secara komersial pada kurtal keempat tahun 2008. Pada tahap awal produksi bahan baku yang digunakan adalah CPO yang dihasilkan oleh perkebunan milik PT BSP. Selain menggunakan CPO, bahan baku yang nantinya juga akan digunakan adalah curcas oil atau minyak jarak pagar. Produk biodiesel yang dihasilkan oleh pabrik ini akan dipasarkan baik dalam negeri maupun ekspor.